Reformulasi Design Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi Tentang Tanggungjawab Sosial Perusahaan Perspektif Budaya Lokal
Reformulasi Design Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi Tentang Tanggungjawab Sosial Perusahaan Perspektif Budaya Lokal
Dimas Imaniar
Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
DOI:
ABSTRACT
Tanggungjawab sosial perusahaan merupakan salah satu upaya yang dilakukan sang perusahaan buat menunjukkan tanggung jawab sosial menjadi salah satu perwujudan etika dalam membangun kinerja jangka panjang. Berhasilnya tanggungjawab sosial perusahaan tidak akan lepas asal kiprah dan pengusaha, pemerintah dan masyarakat sendiri. Tanggungjawab sosial perusahaan tidak hanya terbatas pada konsep hadiah bantuan dana pada lingkungan sosial, namun juga bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya menggunakan tidak diskriminatif, menjaga hubungan baik menggunakan pemasok serta acara yang dijalankan bersifat jangka panjang dan berkelanjutan. Tanggungjawab sosial perusahaan artinya komponen yang dapat mengakibatkan mengapa suatu taktik bisa berhasil pada penerapannya di suatu perusahaan tertentu. Organisasi yang sukses ialah organisasi yang mampu menyesuaikan diri secara budaya terhadap lingkungan, kawasan dimana organisasi tadi beroperasi. Tanggung jawab sosial artinya kewajiban perusahaan buat merumuskan kebijakan, mengambil keputusan serta melaksanakan suatu tindakan yang bermanfaat bagi masyarakat. Pencapaian sasaran organisasi antara lain adalah seni manajemen organisasi, struktur organisasi dan sistem organisasi, kekuatan pada budaya organisasi serta organisasi. Teori yang diangkat ialah teori – teori implementasi kebijakan pemerintah, teori – teori tanggung jawab sosial, budaya lokal serta dilanjutkan pula menggunakan metode penelitian. Penelitian ini bertujuan buat mengungkap hubungan antara tanggung jawab sosial perusahaan dengan budaya wilayah pada kawasan industri menggunakan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan merupakan pernyataan berdasarkan narasumber melalui wawancara serta FGD.
Keywords: kebijakan, tanggungjawab sosial perusahaan, local wisdom