Non-Western International Relations: Kasus Peradaban Nusantara
Non-Western International Relations: Kasus Peradaban Nusantara
Abubakar Eby Hara
Program Studi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Sosial, Universitas Jember
DOI:
ABSTRACT
Ada beberapa sebab kesadaran kebangkitan peradapan non-Barat ini muncul. Pertama, terdapat kesadaran yang luas bahwa penjajahan juga mencakup penjajahan intelektual. Banyak kajian membuat berbagai anggota masyarakat di dunia ketiga mulai berfikir bahwa apa yang mereka miliki bisa memberi kontribusi kepada peradaban dunia. Mentalitas intelektual itu telah dibentuk sejak lama oleh penjajah. Masyarakat di sini diajar, misalnya untuk menerima bahwa penemu benua AS adalah Columbus dan benua Australia adalah James Cook dan Abel Tasman. Orang sering bertanya, kenapa harus ditemukan. Masyarakat di sana sudah lama ada, ketika Columbus atau Cook menemukannya. Kebanyakan kita kemudian terpesona dengan cerita Columbus atau Cook tentang narasi temuan-temuan mereka
Keywords: Non-Western, International Relations, Peradaban Nusantara.