Dinamika Perilaku Politik Gen Z di Era Demokrasi Digital Studi Kasus: Demonstrasi Indonesia 2025
Dinamika Perilaku Politik Gen Z di Era Demokrasi Digital Studi Kasus: Demonstrasi Indonesia 2025
Bhernike Elda
Public Administration Department, Faculty of Social and Political Sciences, University of Jember, Jember, East Java, Indonesia
Putri Stevia
Public Administration Department, Faculty of Social and Political Sciences, University of Jember, Jember, East Java, Indonesia
DOI:
ABSTRACT
Generasi Z di Indonesia telah menunjukkan peran yang signifikan dalam dinamika politik, terutama dalam era digital. Partisipasi mereka dalam demonstrasi besar-besaran pada Agustus 2025 menggambarkan bagaimana teknologi digital, khususnya media sosial, digunakan untuk mengorganisir gerakan sosial dan politik. Artikel ini menganalisis perilaku politik Generasi Z dengan menggunakan dua teori utama, yaitu Teori Mobilisasi Sumber Daya dan Teori Konstruksi Sosial. Teori Mobilisasi Sumber Daya menekankan pentingnya akses terhadap sumber daya seperti informasi dan jaringan sosial dalam memobilisasi individu untuk berpartisipasi dalam politik, sedangkan Teori Konstruksi Sosial menjelaskan bagaimana identitas politik dibentuk melalui interaksi sosial di ruang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, sebagai sumber daya utama, telah memungkinkan Generasi Z untuk mengorganisir dan berpartisipasi dalam aksi sosial dengan cepat dan efisien. Meskipun demikian, penyebaran informasi yang tidak akurat di media sosial dapat memperburuk polarisasi dan ketegangan sosial. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi dan lebih kritis terhadap sumber yang digunakan dalam membentuk pandangan politik mereka
Keywords: Generasi Z, Partisipasi Politik, Media Sosial